Matahari News
Nasional

Awas!!! Jantung Bisa Terganggu Kalau Tubuh Kurang Cairan

Mataharinews.com-Jakarta. Tubuh memerlukan nutrisi dan cairan yang cukup setiap hari. Pada orang dewasa, konsumsi air putih yang disarankan yaitu sekitar delapan gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter per hari.

Kebutuhan cairan setiap individu mungkin berbeda, dan tak jarang asupan hariannya tak terpenuhi. Kurang minum sendiri, tak hanya memengaruhi ginjal, tapi juga bisa berdampak pada jantung.

Apa yang Terjadi pada Jantung Jika Tak Cukup Minum Air?

Cairan yang cukup membantu sistem peredaran darah berfungsi dengan baik. Saat mengalami dehidrasi, tubuh akan kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk.

Dikutip dari laman Hindustan Times, ahli jantung dr Pradeep Kumar Nayak di Dharamshila Narayana Hospital, Delhi, India, mengatakan bahwa dehidrasi atau kondisi tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi bisa membuat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Saat kadar cairan menurun, volume darah yang beredar di tubuh Anda dapat berkurang. Ini berarti jantung Anda mungkin harus berdetak lebih cepat untuk membantu menjaga aliran darah dan mengantarkan oksigen ke organ-organ Anda,” katanya.

Jantung dapat bekerja lebih keras ketika volume cairan dalam sistem peredaran darah berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan denyut nadi menjadi lebih cepat, terutama setelah banyak berkeringat saat berolahraga atau menghabiskan waktu di luar ruangan dalam cuaca panas. Dr Nayak juga memperingatkan tentang kehilangan cairan akibat muntah atau diare.

Penting untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi. Menurut dr Nayak, berikut tanda-tandanya:

Merasa sangat haus atau mulut kering

Urine berwarna lebih gelap dari biasanya atau buang air kecil lebih jarang

Sakit kepala, kelelahan, atau lemas

Pusing, terutama saat berdiri

Detak jantung lebih cepat

Namun, gejala tersebut juga dapat terjadi pada kondisi lain. Karena itu, detak jantung yang cepat saja tidak dapat memastikan seseorang mengalami dehidrasi.

Apakah Minum Air Putih Bisa Menormalkan Detak Jantung?

Apabila dehidrasi merupakan penyebab jantung berdetak cepat, mengganti cairan yang hilang bisa membantu.

“Jika dehidrasi menyebabkan detak jantung lebih cepat, mengganti cairan yang hilang dapat membantu tubuh Anda pulih. Mulailah dengan beristirahat di tempat yang sejuk dan minum air secara bertahap. Setelah berkeringat berkepanjangan atau kehilangan cairan yang signifikan akibat muntah atau diare, larutan rehidrasi oral mungkin tepat,” kata ahli jantung tersebut.

Akan tetapi, jika jantung terus berdebar kencang meski sudah cukup beristirahat dan minum, dokter menyarankan untuk mencari pertolongan medis. Sebab, palpitasi atau sensasi jantung berdegup kencang juga bisa disebabkan oleh irama jantung yang tidak normal, anemia, masalah tiroid, obat-obatan tertentu, serta kondisi medis lainnya.(dth)

Related posts

Thanks to VR, your office will resemble a tropical island

admin

Banyak Pejabat Serakah dan Korupsi, Ternyata Ini Penyebabnya

Yosua

Smart speaker sales will eventually hit a wall – report

admin

Leave a Comment