Mataharinews.com-Medan. Wali Kota Medan, Rico Waas, meminta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah (Forkopimda) dan warga kota Medan bersiap untuk menghadapi cuaca ekstrem dan puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada bulan November-Desember 2026.
Hal itu disampaikan Rico Waas, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Balaikota, Rabu (28/10/2026).
Rico Waas mengatakan bahwa saat ini ada potensi cuaca yang tidak menentu yang disebabkan adanya bibit siklon di bagian utara dari Sumatra.
Rico Waas mengatakan kondisi ini menuntut kesiapan dari jajaran Pemko Medan bersama dengan Forkopimda untuk menghadapi dampak dari cuaca tidak menentu tersebut.
Selain itu, Pemko Medan juga akan menggandeng para relawan untuk membantu mengatasi dampak yang ditimbulkan dari cuaca tak menentu tersebut.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Medan, Yunita Sari, meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kesiapan pemerintah, tetapi juga melakukan langkah antisipasi secara mandiri demi melindungi diri dan keluarga. Terlebih, berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada November hingga Desember.
“Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan,” ujar Yunita Sari, Jumat (23/10/2026).
Yunita mengimbau setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan dasar. Bagi keluarga yang memiliki bayi, perlengkapan seperti susu, popok, dan pakaian ganti juga perlu disiapkan agar mudah dibawa saat keadaan darurat.
“Khusus menghadapi banjir, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi sebelum air semakin meningkat. Warga juga perlu mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing-masing”, katanya.
Sementara itu, saat terjadi angin kencang, dijelaskan Yunita masyarakat diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon, baliho, atau lokasi lain yang berisiko tertimpa benda jatuh. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi jika tidak mendesak, terutama ketika hujan lebat disertai petir.
Yunita turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.
