Matahari News
Nasional

Kawasan Wisata Bukit Lubang Kilat Kalteng Terbakar, Diduga Akibat Bakar Lahan

Mataharinews.com-Lamandau. Kebakaran melanda destinasi wisata Bukit Lubang Kilat di Desa Riam Tinggi, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Senin (19/10/2026). Peristiwa tersebut merusak vegetasi di lereng bukit yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan karena panorama alamnya yang hijau dan asri.

Bagian lereng yang sebelumnya ditumbuhi vegetasi kini tampak menghitam dan menyisakan abu. Meski api bisa dipadamkan, dampak kebakaran meninggalkan kerusakan pada kawasan wisata yang dikenal menawarkan pemandangan bak negeri di atas awan saat pagi hari.

Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Riam Tinggi, Endang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menduga api berasal dari aktivitas pembakaran lahan di bagian bawah bukit sebelum merambat ke kawasan lereng.

“Diduga ada yang bakar lahan, Kak, dari arah bawah bukit itu. Untung sempat dipadamkan,” katanya, Rabu (21/10/2026).

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Dugaan mengenai pembakaran lahan masih perlu ditelusuri untuk memastikan sumber api dan mengetahui apakah ada pihak yang bertanggung jawab.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, Yustina, menyayangkan kebakaran yang menimpa salah satu destinasi wisata andalan daerah tersebut. Menurutnya, Bukit Lubang Kilat memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama panorama alam dari ketinggian yang kerap diselimuti kabut pada pagi hari.

Keindahan tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berbasis alam di Lamandau. Untuk menunjang kunjungan wisatawan, kawasan ini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari panggung pantau hingga akses jalan beton menuju bukit.

Infrastruktur tersebut dibangun agar pengunjung lebih mudah menikmati pemandangan alam. Ironisnya, pengelola sebenarnya telah menutup kawasan wisata itu sejak sekitar sebulan lalu. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aktivitas pengunjung yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Namun, penutupan kawasan wisata ternyata tidak membuat Bukit Lubang Kilat terhindar dari kebakaran. Dugaan sementara justru mengarah pada aktivitas pembakaran lahan di bagian bawah bukit,” katanya.

Peristiwa ini menjadi perhatian bagi pengelola dan masyarakat, mengingat kawasan wisata alam memiliki kerentanan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Kerusakan vegetasi tidak hanya mengubah keindahan lanskap, tetapi juga berpotensi memengaruhi daya tarik kunjungan wisatawan.

“Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Upaya pencegahan juga menjadi penting agar kejadian serupa tidak kembali mengancam kelestarian Bukit Lubang Kilat, salah satu potensi wisata alam unggulan Kabupaten Lamandau,” pungkasnya.(dtc)

 

Related posts

iPhone 8 off to bumpy start with iPhone X in the wings

admin

Artis Revaldo Fifaldi Positif Gunakan Narkoba dan Psikotropika

Yosua

Mentan Amran Berhasil Raih Menteri Kinerja Terbaik Dua Tahun Berturut di Kabinet Merah Putih

Yosua

Leave a Comment