Mataharinews.com-Medan. Produk UMKM terbaik dari tingkat kelurahan dan kecamatan didorong masuk ke Galeri Dekranasda Mustika Deli melalui kurasi berjenjang. Proses seleksi dimulai dari kelurahan, dilanjutkan di kecamatan, sebelum masuk kurasi akhir di tingkat Kota Medan.
Ketua TP PKK Medan, Airin Rico Waas menyampaikan hal tersebut dalam Pertemuan Bulanan TP PKK Kota Medan di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, Selasa (1/9/2026). Kegiatan turut dihadiri Staf Ahli TP PKK, Martinijal Zakiyuddin Harahap, serta pengurus TP PKK kecamatan.
Airin mengatakan, pola kurasi bertingkat dibutuhkan agar produk yang sampai ke Galeri Dekranasda Mustika Deli telah melewati proses seleksi sejak dari wilayah.
“Proses terkumpulnya para pelaku UMKM ini tidak mungkin dapat saya kerjakan sendiri. Ini hasil kerja sama dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kurasi tahap akhir di tingkat Kota Medan,” ujarnya.
Airin mendorong kurasi dilakukan secara berkala, tidak hanya menjelang kegiatan atau pameran tertentu. Ia mengusulkan proses tersebut dilaksanakan, misalnya, setiap tiga bulan.
“Kurasi produk dilakukan secara berkala, misalnya tiga bulan sekali. Prosesnya dimulai dari tingkat kelurahan untuk menyaring UMKM terbaik, lalu secara bertahap naik ke tingkat kecamatan untuk dikurasi kembali,” katanya.
Menurut Airin, sistem tersebut membuat produk yang sampai ke tingkat kota sudah melewati penyaringan awal. Dengan begitu, proses kurasi akhir dapat lebih fokus dan Galeri Dekranasda Mustika Deli memiliki lebih banyak produk unggulan dari berbagai wilayah.
Airin juga menekankan pentingnya kerja sama antara TP PKK kelurahan dan kecamatan. Pengurus di wilayah memiliki peran penting untuk menemukan, membina sekaligus menyeleksi UMKM yang memiliki produk potensial.
Ia mencontohkan keterlibatan 21 kecamatan dalam ajang MTQ sebelumnya. Masing-masing kecamatan mengirimkan perwakilan UMKM yang berasal dari hasil pembinaan di tingkat kelurahan.
“Sebanyak 21 kecamatan mengirimkan perwakilan UMKM yang juga merupakan hasil pembinaan dari tingkat kelurahan,” ujarnya.
Sistem kurasi berjenjang tersebut juga lahir dari pengalaman Airin bersama Wali Kota Medan Rico Waas ketika melakukan kurasi secara langsung. Saat itu, seluruh kecamatan membawa sampel kudapan terbaik masing-masing untuk dinilai. Airin mengaku dalam proses tersebut seluruh sampel harus dicicipi satu per satu.
“Dengan bantuan kurasi bertahap dari tingkat kelurahan dan kecamatan, produk yang sampai ke kami sudah terseleksi dengan baik,” katanya.
Selain UMKM, Airin mengapresiasi keterlibatan TP PKK dalam kegiatan di Galeri Dekranasda Mustika Deli. Pada kegiatan sebelumnya, TP PKK turut membuka stan dan menampilkan produk-produk hasil kegiatan lapangan.
Produk tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Airin melihat hal itu sebagai peluang untuk terus mengembangkan hasil pemberdayaan TP PKK agar memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan lebih luas.
Dalam pertemuan tersebut, Airin juga mengajak pengurus TP PKK kecamatan memperkuat komunikasi dengan TP PKK kota maupun antarwilayah. Pertemuan dan diskusi yang lebih rutin dinilai penting untuk mengetahui kendala sekaligus perkembangan program di masing-masing wilayah.
Pertemuan bulanan TP PKK Kota Medan ini juga menjadi momen perpisahan dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Medan, Dra. Edliaty MAP, serta Ismiralda Wiriya Alrahman memasuki masa purnabakti.
Airin menyerahkan cendera mata kepada Edliaty dan Ismiralda sebagai tanda penghargaan atas pengabdian keduanya. Setelah itu, satu per satu hadirin menyalami keduanya. Suasana pun terasa hangat dan kekeluargaan pun kian terasa.
