Matahari News
Ekonomi

Dari Malaysia Pavilion ke Pasar Indonesia, MATRADE Bawa 8 Brand Malaysia ke IMT-GT 32

Mataharinews.com-Medan. Di tengah rangkaian 32nd IMT-GT Ministerial Meeting di Medan, sebuah pavilion dengan nuansa Malaysia menjadi salah satu titik yang menarik perhatian. Bukan sekadar ruang pamer, Malaysia Pavilion menjadi etalase yang mempertemukan delapan brand asal Malaysia dengan pasar dan pelaku usaha Indonesia.

Kedelapan brand tersebut hadir di JW Marriott Hotel Medan pada 8–10 September 2026, membawa produk dan layanan dari sektor yang cukup beragam, mulai dari makanan dan minuman, pakaian olahraga, hingga logistik dan produk pertanian. Kehadiran mereka difasilitasi oleh Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk dan jasa Malaysia sekaligus membuka peluang bisnis di pasar regional.

Penataan Malaysia Pavilion yang cukup menarik membuat pengunjung dapat melihat langsung beragam produk yang ditawarkan perusahaan Malaysia. Bagi perusahaan yang hadir, kesempatan tersebut bukan hanya mengenai menampilkan produk, tetapi juga memperkenalkan brand secara langsung kepada calon konsumen, distributor maupun calon mitra bisnis.

Dari sektor makanan, Adabi hadir dengan berbagai produk bumbu masakan dan bahan makanan. Babas dan Alagappas menawarkan produk bahan makanan, bumbu dan berbagai rempah masakan asal Malaysia.

Sektor tekstil dan fesyen diwakili Novad Jaya Tex, yang memperkenalkan produk pakaian berbasis sublimation, khususnya untuk kebutuhan sportswear dan pakaian olahraga. Sementara itu, Orion Specialty Sdn. Bhd. melalui merek Vergold membawa produk makanan ringan yang diposisikan sebagai pilihan camilan sehat.

Dua sektor lainnya melengkapi keberagaman yang ditampilkan. NL Logistics Sdn. Bhd. memperkenalkan layanan di bidang logistik dan rantai pasok, sedangkan TerraDeca Fertilizer Sdn. Bhd. menawarkan produk dan solusi pupuk untuk sektor pertanian. Adapun Master Joy Sdn. Bhd. membawa produk minuman berbasis kedelai atau soya drink.

Bukan Sekadar Memajang Produk

Bagi MATRADE, membawa delapan brand tersebut ke Medan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengikuti sebuah event.

Sebagai agensi promosi perdagangan nasional Malaysia, MATRADE memiliki mandat untuk membantu memperkenalkan dan mengembangkan produk serta jasa Malaysia ke pasar internasional. Melalui Malaysia Pavilion, peran tersebut diterjemahkan dalam bentuk yang lebih dekat dengan dunia usaha: mempertemukan perusahaan Malaysia dengan calon mitra dan membuka ruang interaksi bisnis.

Medan menjadi lokasi yang menarik untuk pendekatan tersebut. Kedekatan geografis dengan Malaysia membuat Sumatra memiliki posisi yang strategis dalam hubungan perdagangan kedua negara. Bagi perusahaan Malaysia, bertemu langsung dengan pelaku usaha di Medan memberikan kesempatan untuk memahami pasar sekaligus menjajaki kemungkinan kerja sama.

Indonesia dan Malaysia: Saling Melengkapi

Di sela-sela kegiatan tersebut, Mr. Suresh melihat masih terbuka ruang yang sangat besar untuk memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dan Malaysia.

Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya muncul karena kedua negara berdekatan secara geografis. Hubungan historis dan ekonomi yang telah terjalin panjang juga menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama.

Namun, yang tak kalah penting adalah bagaimana kedua negara melihat hubungan tersebut. Indonesia dan Malaysia, menurut Suresh, memiliki keunggulan masing-masing yang dapat saling melengkapi, bukan semata-mata berkompetisi.

“We are complementing each other, not competing with each other,” ujar Suresh.

Pandangan tersebut memberikan perspektif menarik terhadap kehadiran delapan brand Malaysia di Medan. Produk yang dibawa ke Malaysia Pavilion pada dasarnya menjadi contoh kecil bagaimana perusahaan dari kedua negara dapat mencari titik temu melalui perdagangan dan kemitraan bisnis.

Mr. Suresh juga melihat peluang yang lebih besar pada pengembangan perdagangan lintas batas (cross-border trade) Indonesia–Malaysia. Menurutnya, persetujuan perdagangan perbatasan antara kedua negara yang telah disahkan membuka ruang lebih luas bagi peningkatan aktivitas perdagangan lintas batas.

Potensi tersebut semakin menarik dengan keberadaan sejumlah pelabuhan yang menghubungkan Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Pelabuhan-pelabuhan tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai gateway atau titik perdagangan yang menghubungkan kedua wilayah dan mendukung distribusi barang yang lebih efisien.

Dengan demikian, apa yang terlihat di Malaysia Pavilion sebenarnya merupakan bagian kecil dari peluang yang lebih besar. Produk dapat menjadi awal dari sebuah hubungan bisnis, sementara konektivitas dan perdagangan lintas batas dapat menjadi infrastruktur yang memungkinkan hubungan tersebut berkembang.

Pada akhirnya, kehadiran delapan brand Malaysia di IMT-GT 32 memperlihatkan bagaimana sebuah forum regional dapat dimanfaatkan untuk membawa dunia usaha lebih dekat dengan pasar. Dari bumbu masakan, makanan ringan dan minuman, pakaian olahraga, hingga logistik dan pupuk, beragam produk tersebut hadir bukan hanya untuk dikenal, tetapi juga untuk membuka kemungkinan hubungan bisnis baru.

Bagi MATRADE, inilah salah satu nilai penting dari kehadiran di Medan: membawa perusahaan Malaysia lebih dekat kepada pasar Indonesia, mempertemukan pelaku usaha, dan membuka pintu bagi kerja sama yang dapat berkembang melampaui sebuah pameran.

Bagi pelaku usaha di Medan dan Sumatera Utara yang sedang mencari supplier atau calon mitra dari Malaysia, keberadaan MATRADE Medan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mendapatkan informasi serta menjajaki peluang kerja sama. Kantor MATRADE Medan berlokasi di Jalan Diponegoro No. 43, Medan, dan dapat dihubungi melalui email medan@matrade.gov.my. (red)

Related posts

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 108/ Barel

Yosua

Nusantara Infrastructure Grup Catatkan Kinerja Positif di Semester I-2026

Yosua

Job numbers show tremendous growth in state’s travel industry

admin

Leave a Comment