Mataharinews.com-Jakarta. Paprika hijau, kuning, oranye, dan merah memang berasal dari buah yang sama. Namun setiap warna ternyata bisa menandakan tingkat kematangan hingga nutrisinya.
Paprika menjadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan dalam berbagai hidangan. Sayuran berwarna cerah ini bisa dimakan mentah maupun diolah menjadi aneka masakan.
Sekilas, paprika merah, hijau, kuning, dan oranye terlihat seperti jenis yang berbeda. Padahal, semua warna tersebut berasal dari buah yang sama dan menunjukkan tingkat kematangannya.
Menariknya, perbedaan warna paprika bukan sekadar membuatnya lebih cantik. Warna juga berkaitan dengan rasa, kandungan nutrisi, tekstur, hingga waktu paprika dipanen.
Dilansir dari laman Phys Org (26/10/2026), ternyata ini perbedaan arti warna paprika:
1. Perbedaan Tingkat Kematangan
Paprika hijau sebenarnya merupakan paprika yang belum matang sepenuhnya. Semua paprika awalnya berwarna hijau karena memiliki banyak klorofil.
Seiring proses pematangan, klorofil perlahan terurai dan digantikan oleh karotenoid. Pigmen inilah yang kemudian membuat paprika berubah menjadi kuning, oranye, lalu merah.
Paprika hijau biasanya dipanen sekitar delapan minggu setelah ditanam. Karena belum matang, rasanya cenderung sedikit pahit dengan tekstur yang lebih keras dan renyah.
Paprika kuning dan oranye berada di tahap pertengahan pematangan. Keduanya memiliki rasa lebih ringan dan manis, serta tekstur yang tetap renyah ketika dimakan mentah.
Sementara itu, paprika merah merupakan yang paling matang di antara semuanya. Paprika ini berada di tanaman sekitar empat minggu lebih lama dibandingkan paprika hijau.
2. Keunggulan Setiap Jenis Paprika
Tingkat kematangan ternyata ikut menentukan rasa paprika. Semakin matang, rasa pahit pada paprika berkurang dan rasa manisnya semakin terasa.
Paprika merah menjadi jenis yang paling manis dengan rasa yang lebih kaya. Teksturnya juga lebih lunak ketika dimasak sehingga cocok untuk dipanggang, sup, hingga saus cocol.
Paprika hijau yang renyah cocok digunakan untuk tumisan, salad, casserole, atau fajitas. Sementara paprika kuning dan oranye bisa menjadi pilihan untuk salad maupun hidangan panggang.
Ada pula mitos bahwa jumlah tonjolan di bagian bawah paprika menentukan rasa manisnya. Padahal, paprika dengan tiga atau empat tonjolan bukan berarti memiliki jenis kelamin atau rasa berbeda.
Jumlah tonjolan paprika umumnya berkisar dua hingga lima bagian. Bentuk tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor genetik tanaman dan tidak menentukan rasa paprika.
3. Kandungan Nutrisi Setiap Warna Paprika
Selain rasa, warna paprika juga menunjukkan perbedaan kandungan senyawa di dalamnya. Semua paprika tetap bernutrisi dan mengandung vitamin C, antioksidan, serta serat.
Paprika hijau, kuning, dan oranye kaya akan lutein, violaxanthin, serta zeaxanthin. Senyawa tersebut berkaitan dengan kesehatan mata dan perlindungan terhadap gangguan mata akibat pertambahan usia.
Paprika oranye dan merah memiliki kadar vitamin C serta beta-karoten yang tinggi. Beta-karoten kemudian dapat diubah tubuh menjadi vitamin A yang berperan dalam kesehatan sel, penglihatan, dan imunitas.
Paprika merah juga mengandung capsanthin dalam jumlah tinggi. Karotenoid tersebut memiliki aktivitas antioksidan kuat yang membantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
Cara mengolah paprika juga bisa memengaruhi kandungan nutrisinya. Memasaknya hingga matang dapat meningkatkan ketersediaan karotenoid dan polifenol, tetapi bisa mengurangi vitamin C.(dtf)
