Mataharinews.com-Jakarta. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti kasus siswi di Karo, Sumatera Utara, yang disebut mengalami gangguan ingatan hingga 70% setelah menjalani perawatan akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Yahya meminta siswi bernama Febiona Purba (16) dipastikan sehat secara fisik dan mental.
“Terkait kasus di Karo tentang adanya siswi yang hilang ingatan 70% pasca perawatan setelah kasus keracunan, saya minta pihak rumah sakit dan dokter memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan baik fisik maupun mental,” kata Yahya kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, apabila gangguan mental tersebut memang berkaitan dengan trauma akibat keracunan makanan, harus ada pihak yang bertanggung jawab.
“Kalau benar gangguan mental akibat keracunan makanan karena trauma harus ada yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Yahya meminta Badan Gizi Nasional (BGN) membantu biaya perawatan siswi tersebut hingga dinyatakan sembuh total. Dia menegaskan biaya pengobatan tidak semestinya dibebankan kepada orang tua siswa apabila kondisi tersebut merupakan dampak dari pelaksanaan program MBG.
“Saya minta BGN untuk membantu biaya perawatan yang bersangkutan sampai benar-benar sembuh total. Biaya perawatan rumah sakit tidak seharusnya ditanggung oleh orang tua siswa. Melainkan harus menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini BGN,” tegasnya.
Selain kasus di Karo, Yahya juga menyampaikan keprihatinan atas semakin banyaknya kasus keracunan MBG. Dia meminta BGN melakukan investigasi secara tuntas untuk mengetahui penyebab setiap kejadian.
Menurut Yahya, investigasi perlu memastikan apakah keracunan disebabkan kesalahan dalam proses memasak atau makanan dikonsumsi setelah melewati batas waktu aman.
“Idealnya jarak antara makanan selesai dimasak dengan waktu makan tidak boleh lebih dari 4 jam,” katanya.
“Kepala dapur adalah orang yang paling bertanggung jawab atas terjadinya keracunan makanan. Mereka harus disiplin dan tidak boleh lalai sedikit pun dalam mengawasi pengelolaan makanan, mulai dari proses persiapan, pemasakan, pemorsian sampai distribusi di tempat penerima manfaat,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang siswi yang mengalami keracunan akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Febiona Purba (16), diduga mengalami gangguan ingatan usai menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus menyebut sudah mendapatkan informasi terkait kondisi Febiona dari kepala sekolah.
“Ya, saya baru konfirmasi kepada kepala sekolah kita. Laporan kepala sekolah kemarin dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk dilakukan EEG,” ujar Zulkarnain saat dikonfirmasi, Selasa (8/9).(dtc)
