Mataharinews.com-Deli Serdang. Jalan Utama Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), amblas hingga akses jalan warga terputus. BPBD Deli Serdang mengungkap penyebab amblasnya jalan tersebut.
Kepala BPBD Deli Serdang, Mukti Ali Harahap mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/9/2026) sekira pukul 03.00 WIB. Saat itu, curah hujan di lokasi sangat tinggi sehingga mengakibatkan ruas jalan provinsi amblas.
“Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi sejak malam hingga pagi hari, sekitar pukul 03.00 WIB telah terjadi tanah longsor di sekitar jembatan sebelum Polsek STM Hulu, pada ruas Jalan Provinsi,” jelas Mukti saat dikonfirmasi detikSumut melalui telepon seluler, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan kondisi itu mengakibatkan jalan utama di desa tersebut terputus. Aktivitas warga sekitar menjadi terhambat.
“Yang menghubungkan Talun Kenas-Tiga Juhar-Gunung Meriah,” ucapnya.
Menurut Mukti, pihak Dinas BMBK dan Cipta Karya Sumut sudah datang untuk meninjau titik jalan amblas tersebut. Alat berat juga sudah dikirim dan dalam perjalanan menuju lokasi.
“Peralatan sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya sudah membuat rambu lalu lintas di sekitar lokasi untuk menghindari munculnya korban.
Sebelumnya diberitakan, video yang menampilkan jalan utama di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), amblas, viral di media sosial. Kini akses jalan tersebut terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Dalam video beredar yang dilihat detikSumut, Selasa (8/9/2026), terlihat badan jalan amblas akibat longsor hingga hampir memutus seluruh akses utama. Pengendara roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas di lokasi tersebut.
Kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban. Saat ini, jalan di sekitar lokasi ditutup untuk menghindari munculnya korban.
Kasi Humas Polres Deli Serdang, Iptu JB Gabe Napitupulu membenarkan peristiwa tersebut. Polisi bersama pihak terkait saat ini tengah mencari jalur alternatif agar warga tetap dapat melintas menuju desa maupun kecamatan lainnya.
“Iya benar, saat ini jalan sedang dialihkan bekerja sama dengan Forkopimda,” kata Gabe saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (8/9).
Dia mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab amblasnya jalan tersebut. Namun, diduga akibat tingginya curah hujan di kawasan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan longsor maupun bencana alam lainnya,” ujarnya.(dtc)
