Mataharinews.com-Sanaa. Serangan rudal Houthi menghantam istana kepresidenan Al-Maashiq di Aden, Yaman, pada Kamis (15/10) waktu setempat, saat konflik di negara itu kembali berkobar. Sedikitnya lima orang tewas dan 16 orang lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Kesehatan Yaman, Qasim Buhaibeh, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (16/10/2026), mengatakan bahwa para korban tewas maupun korban luka itu mencakup para personel keamanan yang berjaga di kompleks tersebut, dan para pegawai sipil.
Kepulan asap terlihat membubung tinggi dari lokasi kejadian, dengan penduduk setempat melaporkan mendengar rentetan suara ledakan selama serangan berlangsung pada Kamis (15/10) waktu setempat.
Tiga sumber kepolisian setempat menuturkan bahwa “rudal-rudal Houthi menargetkan istana kepresidenan Al-Maashiq”.
Ini menjadi serangan pertama Houthi yang menargetkan kompleks istana kepresidenan Yaman sejak konflik kembali memanas pada Juli lalu. Aden menjadi ibu kota sementara bagi pemerintah Yaman yang diakui internasional, setelah Sanaa — ibu kota de-facto Yaman — dikuasai pasukan Houthi.
Perdana Menteri (PM) Yaman, Shaya al-Zindani, mengecam serangan rudal Houthi itu sebagai tindakan “pengecut”. Dia menyebut serangan itu sebagai kelanjutan dari “pola kriminal” Houthi yang kerap menargetkan warga sipil dan fasilitas-fasilitas sipil.
Istana kepresidenan itu menjadi kantor pusat pemerintahan Al-Zindani yang diakui internasional. Seorang menteri pemerintah Yaman, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa Al-Zindani berada di dalam kompleks istana kepresidenan saat serangan terjadi, namun dia “sama sekali tidak terluka”.
Menteri itu menyebut bahwa Houthi menghantam pusat komando untuk pasukan pemerintah Yaman dengan tiga rudal, dan menghantam pasukan koalisi Arab Saudi yang ada di kompleks tersebut dengan dua rudal.
Media yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan bahwa kelompok yang didukung Iran itu telah menargetkan “markas besar operasi militer, yang dipimpin oleh perwira-perwira Saudi, di Istana Al-Maashiq di Aden, juga gudang-gudang senjata milik mereka”.
Secara terpisah, pasukan pemerintah Yaman juga melaporkan bahwa Houthi menembakkan “beberapa rudal balistik” ke kota Marib, yang terletak di kawasan strategis kaya minyak.
Konflik Yaman yang sempat mereda beberapa tahun terakhir usai gencatan senjata disepakati tahun 2022, kembali memanas pada Juli lalu. Pasukan pemerintah Yaman terlibat pertempuran sengit dengan para petempur Houthi di wilayah Yaman.
Beberapa waktu terakhir, pemerintah Yaman meluncurkan operasi militer untuk memerangi Houthi, yang bertujuan merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok itu. Koalisi Saudi memberikan dukungan udara bagi pasukan pemerintah Yaman, dengan menggempur target-target Houthi di negara tersebut.
Sebagai balasannya, Houthi menargetkan wilayah Saudi, termasuk bandara sipil dan fasilitas minyak, dalam rentetan serangan rudal dan drone beberapa waktu terakhir.(dtc)
