Mataharinews.com-Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan kunjungan 19,1 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2027. Pemerintah membidik penerimaan devisa pariwisata sebesar US$ 28,6 miliar atau Rp 511,94 triliun (kurs Rp 17.900).
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong pengembangan enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Keenam kawasan tersebut meliputi KEK Mandalika, Kura Kura Bali, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Lido, dan Likupang.
Airlangga mengatakan, sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam menghasilkan devisa negara. Bahkan, target devisa pariwisata pada 2026 yang mencapai sekitar US$ 24 miliar disebut setara dengan nilai ekspor kelapa sawit Indonesia.
“Di sektor pariwisata ini mendukung target 2026, di mana targetnya 16 juta-17,6 juta wisman dengan target devisa sekitar US$ 24 miliar. Kalau US$ 24 miliar ini setara dengan ekspor kelapa sawit,” kata Airlangga dalam Rakernas KEK Triwulan III Tahun 2026 di Gedung A.A. Maramis, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan bahan paparannya, KEK Kura Kura Bali ditargetkan menarik 600.000 wisatawan pada 2027 dengan nilai ekonomi mencapai Rp 600 miliar. Kawasan tersebut juga diproyeksikan menghasilkan devisa sebesar US$ 3,66 miliar.
Sementara itu, KEK Mandalika ditargetkan mendatangkan 1,6 juta wisatawan dengan nilai ekonomi mencapai Rp 8,6 triliun. Kawasan tersebut juga mencatat investasi sebesar Rp 1,5 triliun dan mengandalkan penyelenggaraan ajang MotoGP untuk menarik kunjungan wisatawan.
Selanjutnya, KEK Tanjung Lesung diproyeksikan menarik 1,5 juta wisatawan dengan nilai ekonomi sebesar Rp 3 triliun. Nilai ekonomi kawasan tersebut bahkan berpotensi meningkat menjadi Rp 9 triliun apabila Tol Serang-Panimbang telah beroperasi penuh.
“Jadi ini mendatangkan wisatawan. Kemudian dari Mandalika dengan MotoGP 1,6 juta wisatawan nilai ekonominya Rp 8,6 triliun. Kemudian Tanjung Lesung 1,5 juta dengan nilai ekonomi Rp 3 triliun,” tuturnya.
KEK Lido ditargetkan mendatangkan 220.000 wisatawan dengan nilai ekonomi mencapai Rp 352 miliar. Kawasan tersebut juga diproyeksikan menghasilkan devisa sebesar US$ 1,8 miliar.
“Dan KEK Lido ini juga masih perlu untuk didorong 220.000 wisatawan dengan nilai Rp 352 miliar. Dan harapannya nanti dari Kementerian Pariwisata mengintegrasikan promosi KEK di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Airlangga.(dtf)
