Matahari News
Nasional

Berapa Batasan Maksimal Jumlah Telur Dikonsumsi Setiap Minggunya?

Mataharinews.com-Jakarta. Mengonsumsi telur secukupnya menawarkan manfaat sehat. Namun, tidak jika telur dikonsumsi terlalu banyak. Lantas, seberapa banyak batasnya?

Telur tergolong superfood berkat nutrisi hebatnya. Di dalam telur terkandung protein, vitamin, sampai mineral yang tinggi. Mengonsumsi telur rebus setiap hari juga dikaitkan dengan manfaatnya yang bisa mencukupi kebutuhan protein harian, menjaga kesehatan otak, hingga mengontrol berat badan.

Namun, telur juga dikaitkan dengan kolesterol yang dapat membingungkan sebagian orang, terutama mereka yang memprioritaskan kesehatan jantung. Hal ini mungkin membuat kamu menjadi tidak yakin berapa banyak telur yang bisa dikonsumsi per minggu dan berapa jumlah telur yang dianggap ‘terlalu banyak.’

Untuk mengetahui jawaban di balik hal ini, beberapa ahli nutrisi sudah membuat rekomendasi dan penjelasan. Dilansir dari marthastewart.com, berikut penjelasannya!

1. Hubungan telur dan kolesterol

Kepercayaan umum menganggap telur bukanlah masalah bagi kadar kolesterol. Ahli diet terdaftar, Lauren Manaker juga mengungkap jika kolesterol dalam makanan tidak memengaruhi kolesterol tubuh seperti yang dipikirkan banyak orang. Sebaliknya lemak jenuh dalam diet secara keseluruhan yang akan meningkatkan kolesterol darah.

Telur juga rendah lemak jenuh menurut ahli gizi Roxana Ehsani. Satu butir telur hanya mengandung 1.6 gram lemak jenuh, tetapi disarankan untuk mengonsumsi kurang dari 20 gram lemak jenuh per hari.

Sebagian besar lemak dalam telur juga merupakan lemak tak jenuh, yang mendukung kesehatan jantung. Ahli Manaker juga merujuk pada penelitian yang menegaskan bahwa konsumsi telur dalam jumlah sedang, sekitar satu butir per hari atau tujuh butir per minggu tidak berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

2. Hal yang terjadi pada tubuh jika makan terlalu banyak telur

Konsumsi telur memang menyehatkan, tetapi bagaimana jika protein ini dikonsumsi terlalu banyak? Ahli Manaker mengungkap jika telur merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral berkualitas tinggi. Namun, mengonsumsi telur secara berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan nutrisi secara keseluruhan. Hasilnya berpotensi menggeser kelompok makanan penting lain, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.

Ahli Ehsani juga mencatat jika telur yang dikonsumsi berlebihan bisa menghilangkan nutrisi dalam diet. Selain memerhatikan jumlah telur yang dikonsumsi, penting juga mempertimbangkan bagaimana telur disiapkan.

Jika mementingkan kesehatan jantung, hindari konsumsi telur dengan makanan tinggi lemak, seperti bacon, sosis, atau gorengan karena bisa berdampak negatif pada kolesterol.

3. Penentu berapa banyak telur yang bisa dimakan

Sebenarnya tidak ada batasan resmi konsumsi telur mingguan untuk setiap individu. Sebab, hal ini bergantung pada beberapa faktor.

– Kondisi medis: Beberapa orang sensitif terhadap kolesterol dalam makanan atau memiliki kondisi medis, seperti hiperkolesterolemia familial, suatu kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol jahat sangat tinggi. Jika memiliki kondisi seperti ini, asupan telur mingguan yang direkomendasikan mungkin harus lebih rendah dari kebanyakan orang.

– Pola makan secara keseluruhan: Menurut ahli Manaker, jika telur dikonsumsi sebagai bagian dari diet sehat jantung, telur dapat dimasukkan dalam pola makan secara keseluruhan, bahkan bagi orang dengan risiko terkena penyakit jantung. Namun, harus mengikuti pola makan sehat yang memang bagus untuk jantung secara keseluruhan. JIka dietnya sudah tinggi lemak jenuh, seperti konsumsi daging merah, ahli Ehasani meminta untuk mengurangi asupan telurnya.

– Olahan telur: Saat menentukan berapa banyak telur yang dianggap ‘terlalu banyak’, penting mempertimbangkan cara pengolahan dan penyajiannya. Kalau telur dimasak dengan mentega, hal ini bisa meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam makanan. Begitu juga dengan makanan pendamping telur. JIka dikonsumsi bersama bacon, sosis, atau keju yang tinggi lemak, ini akan memengaruhi manfaat telur.

– Usia: Orang dewasa dengan kadar kolesterol normal bisa mengonsumsi hingga dua butir telur per hari atau 14 butir per minggu. Menurut ahli Manaker, hal ini sesuai dengan pola yang menyehatkan jantung karena kebutuhan nutrisi terpenuhi. Telur menyediakan protein berkualitas tinggi yang dapat menjaga kekuatan dan fungsi otot. Hal ini penting karena massa otot secara alami menurun seiring bertambahnya usia, sehingga menjaga massa otot melalui makanan sangat penting. Telur juga jadi sumber vitamin B12 yang baik untuk mendukung saraf dan produksi sel darah merah.

4. Kapan telur dianggap dikonsumsi terlalu banyak?

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang disebutkan di atas, mengonsumsi 7 hingga 14 butir telur per minggu dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa. Oleh karena itu, jika mengonsumsi lebih dari jumlah tersebut mungkin akan dianggap terlalu banyak

American Heart Association juga menjelaskan jika individu sehat bisa mengonsumsi rata-rata tujuh butir telur per minggu sebagai bagian dari diet yang menyehatkan jantung. Ahli Ehsani juga mengatakan bahwa membatasi konsumsi telur hingga tujuh butir per minggu akan memastikan seseorang mendapat manfaat telur tanpa berlebihan.

5. Cara terbaik konsumsi telur

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, sebaiknya telur dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Kalau mau membatasi asupan lemak jenuh, gunakan sedikit lemak, seperti sedikit minyak semprot, jangan mentega atau banyak minyak. PIlihan terbaik yaitu merebus atau mengukus telur yang dimasak pakai air matang.

Telur juga bisa disajikan bersama makanan kaya nutrisi, seperti sayuran untuk meningkatkan nilai gizinya dan mendukung pola makan yang menyehatkan jantung. Protein ini bisa dimakan bersama irisan tomat, bayam, hingga roti gandum utuh.(dth)

 

 

 

Related posts

Karhutla di Kawasan Bromo Meluas, Pemerintah Tutup Total Akses Wisatawan

Yosua

Awas!!! Jantung Bisa Terganggu Kalau Tubuh Kurang Cairan

Yosua

Jembatan Lumut Aceh Tengah Tuntas Dibangun, Akses Warga Pulih Pascabencana

Yosua

Leave a Comment