Mataharinews.com-Jakarta. Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dahsyat di Nepal telah bertambah menjadi sedikitnya 903 orang. Sementara jumlah orang hilang di Nepal melonjak menjadi 4.247, kata otoritas penanggulangan bencana negara tersebut pada hari Senin (31/8/2026), saat upaya penyelamatan memasuki hari keenam.
Media pemerintah China sebelumnya mengkonfirmasi 16 orang tewas dan 546 orang hilang di Tibet setelah bencana yang terjadi pada hari Rabu tersebut, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan di Nepal dan Tibet saat ini menjadi 919 orang dan 4.793 orang belum ditemukan.
Daftar orang hilang di Nepal termasuk 592 warga asing.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (31/8/2026), daftar tersebut juga mencakup 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air di sepanjang sungai yang diterjang banjir, menurut Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana.
Ribuan orang yang hilang di Nepal termasuk di distrik Nuwakot, di mana jumlah orang hilang meningkat tajam menjadi 1.158 orang, naik dari 115 orang yang dilaporkan pada hari Minggu lalu, serta 562 orang lainnya yang belum ditemukan di distrik Rasuwa.
Para korban hilang tersebut termasuk 45 tentara Angkatan Darat Nepal, 38 petugas polisi dan 19 petugas bea cukai dan imigrasi.
Di India, pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh mengatakan mereka telah menemukan 17 jenazah dari sungai-sungai yang mengalir dari Nepal, yang diyakini sebagai korban banjir dahsyat tersebut.
Otoritas India sedang berupaya mengidentifikasi jenazah-jenazah tersebut, dan jumlah tersebut tidak termasuk dalam jumlah korban tewas.(dtc)
