Matahari News
Keuangan

MSCI Nilai Pasar Modal Indonesia Sulit Diakses Investor Asing

Mataharinews.com-Jakarta. MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia ke Standalone Market. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelayakan investasi di pasar saham Indonesia, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi.

Pada Juni 2026, MSCI telah merilis laporan tentang aksesibilitas pasar modal RI. Laporan ini menjadi salah satu pokok dalam proposal konsultasi MSCI terkait reklasifikasi status pasar Indonesia.

Setidaknya terdapat enam catatan MSCI terkait aksesibilitas pasar RI di mana masalah kelayakan investasi ada di dalamnya. Poin pertama yang disorot adalah keterbatasan akses bagi investor asing, yang dinilai masih kesulitan mendapat informasi mengenai emiten dalam bahasa Inggris.

“Hak yang Sama bagi Investor Asing: Informasi terkait perusahaan tidak selalu mudah tersedia dalam bahasa Inggris,” tulis proposal konsultasi MSCI, dikutip Minggu (18/10/2026).

Kedua, aksesibilitas terkait tingkat liberalisasi pasar valuta asing Indonesia. MSCI menilai pasar mata uang domestik belum cukup efisien dan masih menghadapi sejumlah keterbatasan, salah satunya transaksi valuta asing yang harus dikaitkan dengan transaksi sekuritas.

Ketiga, kelayakan investasi di pasar modal RI dipertanyakan karena minimnya transparansi tentang struktur kepemilikan saham dan praktik perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga wajar.

“Informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris,” terang proposal tersebut.

Keempat, kemampuan pengalihan (transferability) dalam bentuk barang hanya diperbolehkan dalam kasus-kasus tertentu. Kelima, stock landing yang dibatasi pada sekuritas tertentu dengan kontrak peminjaman 90 hari. Keenam, pemberlakuan Short Selling yang masih terbatas.(dtf)

 

Related posts

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Bank Muamalat Tempatkan Nasabah sebagai Pusat Inovasi 

Yosua

Bank Muamalat dan BMM Hadirkan CWLD Seri 001 Dukung Program Gerobak Surya UMKM

Yosua

DJP Kejar Penerimaan Pajak Rp 750 Triliun hingga Akhir Tahun

Yosua

Leave a Comment