MATAHARINEWS.com

Mewartakan dengan Terang Benderang

Selasa,25 November 2014

Update17:18:06 WIB

Anda berada di sini: Nusantara Jawa - Bali Jumlah Orang Indonesia Setiap Hari Bertambah, Makin Krisis Kejujuran
Galat
  • JFolder::create: Path not in open_basedir paths

Jumlah Orang Indonesia Setiap Hari Bertambah, Makin Krisis Kejujuran

  • PDF

 


Mataharinews.com, Bandung -Aspek afeksi (attitude) merupakan masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini. Padahal dari segi kompetensi dan profesionalisme, jumlah orang Indonesia yang pandai semakin hari semakin banyak.

"Ukuran kuantitatifnya adalah jumlah lulusan universitas, mulai dari program diploma, sarjana, profesi, master, dan doktor. Secara singkat, krisis afeksi yang terjadi dewasa ini dirumuskan dalam dua kata, yakni krisis kejujuran," kata Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Ganjar Kurnia saat menyampaikan pidato dalam upacara wisuda lulusan gelombang II tahun akademik 2011-2012 di Aula Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung, Selasa (7/2).

Menurut Ganjar, akibat krisis kejujuran ini, permasalahan menjadi semakin berpilin-pilin. Antara masalah satu dengan yang lain seakan menjadi lingkaran setan yang saling mengunci. Karena ketidakjujuran pula akhirnya terjadi ekonomi biaya tinggi.

"Ketika suatu lembaga dianggap tidak jujur, dibuatlah lembaga pengawasan yang diantaranya disebut komisi. Semakin banyak lembaga pengawasan dan komisi semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan negara. Secara politik hal ini menunjukkan bahwa ketidakjujuran sedang merajalela di mana-mana," tuturnya.

Oleh karena itu, Ganjar menjelaskan, para lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi pelopor dalam berperilaku jujur. Sebab lulusan merupakan duta universitas yang akan membawa nama baik almamaternya.

"Semua tahu, tidak ada satu universitas pun di dunia ini yang mendidik mahasiswanya untuk menjadi insan-insan tidak jujur," katanya. (PRLM)