MATAHARINEWS.com

Mewartakan dengan Terang Benderang

Selasa,2 September 2014

Update02:31:43 WIB

Anda berada di sini: Nasional Politik Parpol Tempat Pembibitan Koruptor
Galat
  • JFolder::create: Path not in open_basedir paths

Parpol Tempat Pembibitan Koruptor

  • PDF

Mataharinews.com, Jakarta - Maraknya para pelaku korupsi yang berlatar belakang politisi atau kader partai politik, tak urung membuat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqodas mengeluarkan pernyataan pedas.

Seperti yang sedang ramai dan hangat menjadi pemberitaan media pada beberapa waktu belakangan ini, kader parpol yang duduk sebagai anggota DPR banyak yang menjadi tersangka, terdakwa bahkan terpidana atas tindak pidana korupsi.

Mantan Ketua KPK itu mengatakan bahwa partai politik secara berkelanjutan telah melakukan pembibitan korupsi dengan cara yang sistemik kepada kader-kadernya,"Korupsi yang berkaitan dengan partai politik itu sangat struktural dan terencana sehingga regenerasi terproses,"ucap Busyro kepada media di Jakarta, Kamis (08/03/2012).

Busyro menjelaskan, indikasi dari berlangsungnya regenerasi korup di tubuh parpol adalah banyaknya generasi korup yang masih terbilang muda, sehingga parpol layak disebut sebagai tempat pembibitan generasi korup. Tandasnya.

Menurut catatan KPK, selama era reformasi pihaknya telah memenjarakan sekurangnya 40 orang anggota DPR, 30 orang anggota DPRD di berbagai daerah, 7 orang gubernur, 26 orang bupati/walikota, 6 orang komisioner Komisi Pemilihan Umum, mantan Kapolri serta beberapa duta besar dan konsulat jenderal

Menanggapi hal ini, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengatakan penyesalannya atas pernyataan seorang Busyro Muqodas. Menurut Mahfudz, pernyataan Busyro itu sangat tendensius dan sangat subjektif.

"Seharusnya Busyro tidak melakukan penilaian terhadap lembaga lain. Tugas KPK itu hanya untuk memberantas korupsi, bukan untuk melakukan penilaian-penilaian yang semacam ini,"tegas Mahfudz di Gedung DPR, Jumat (09/03/2012).

Mahfudz juga meminta agar Busyro menarik ucapannya itu dan meminta maaf, sebab perkataannya sama halnya dengan pembunuhan terhadap parpol,"pungkasnya.(ep)