Mataharinews.com, Jakarta - Acara pemaparan visi misi calon Gubernur DKI Jakarta di hadapan anggota DPRD di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (24/06/2012) berlangsung panas karena masing-masing pasangan calon tidak saja meng'agul'kan visi misi masing-masing tapi juga saling melayangkan sindiran-sindiran.
Calon Gubernur DKI Jakarta , Alex Noerdin dalam penyampaian visi misi-nya tidak saja terlihat gigih menyindir calon incumbent tapi lebih dari itu. Alex Noerdin menohok calon incumbent )Foke) dengan mengatakan bahwa penangan kemacetan sangat lambat,"Waktu Gubernur sebelumnya, bisa menyelesaikan 10 koridor dalam waktu 3,5 tahun, tapi di era Gubernur yang sekarang, 1 koridor memakan waktu 5 tahun,"jelas Alex.
Alex juga mengatakan, kalau masalah keamanan akan diemban oleh wakilnya, Nono Sampono, yang merupakan seorang purnawirawan perwira tinggi untuk bertanggungjawab. Untuk itu, dirinya akan menjadi tim yang kompak bersama Nono Sampono, tidak seperti Gubernur yang saat ini masih menjabat. Sindir Alex Noerdin.
Sementara itu, calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri Batubara juga tidak kalah sindir. Ia mengatakan bahwa pembangunan jalan tol atau jalan layang di dalam kota selama ini hanya akan memperkaya kontraktor. Selain itu, penambahan jalan layang atau tol dalam kota hanya akan menjadi fasilitas dan memanjakan orang kaya saja.
"Coba saja lihat, yang diperhatikan hanya warga pondok indah saja, disana sudah ada jalan tol, ada jalur Busway, sekarang tengah disiapkan pula MRT dan jalan layang, padahal yang macet bukan hanya Pondok Indah,"sindir Faisal Basri.
Menurut Faisal Basri, orang kaya tidak perlu diberi banyak fasilitas. Mereka punya banyak uang untuk sewa pengawal guna melancarkan jalan. Untuk itu jelasnya, daripada nguras uang hanya untuk ngurus orang kaya lebih baik digunakan untuk keperluan transportasi publik.
Lebih jauh menurut Faisal, diskriminasi terhadap orang miskin ini sangat mencolok,"Untuk kepentingan orang kaya sangat mudah prosesnya, tapi untuk orang miskin prosedurnya sangat berbelit-belit. Untuk berobat bagi orang miskin harus punya cap macam-macam. Ada cap Surat Keterangan Tidak Mampu, ada cap Keluarga Miskin, ditambah lagi dengan pelayanannya di rumah sakit yang sangat mengenaskan,"urainya.





