Menghina, Oknum Pengacara Dilaporkan ke Polda Sumut

Korban menunjukkan bukti laporan saat berada di Polda Sumut. (mt2)

Medan- Seorang pengacara bernama Surya dilaporkan ke Polda Sumut atas kasus pencemaran nama baik oleh Dedi Zulpan (38) warga Jalan STM Gang Aman, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (2/10) petang. Dedi bilang, pencemaran nama baik itu dilontarkan pelaku dari media sosial (medsos) Whats App.

“Dia (Surya) telah mencemarkan nama baik saya dari media Whats App. Dia mencaci-maki saya dengan bahasa kotor dan menghina saya dengan kata-kata kotor,” ujar Dedi didampingi Kuasa Hukumnya Dana SH di Polda Sumut.

Dijelaskan Dedi, pencemaran nama baik itu bermula dari pertikaian dirinya dengan sang istri, berinisial SML. Dimana, kata dia, pertengkaran mereka dipicu oleh adanya konflik di dalam organisasi Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang selama ini mereka ikuti.

“Sebenarnya masalah kami berawal dari permasalahan yang cukup rumit dan berbau masalah keluarga. Tapi terlapor ikut campur, dia membela istri saya dan mencaci maki saya. Saya dianggap binatang dan diolok-olok oleh dia. Padahal saya suami dari istri saya, sementara dia hanya sebatas teman,” ujar Dedi.

Sejak saat itu, kata Dedi, hubungan dia dan istrinya pun menjadi terpecah dan kian menjauh sejak hadirnya terlapor dalam permasalahan rumah tangga mereka.

“Jadi saya tidak mau terlalu menduga ada apa antara mereka, tapi saya merasa ini sudah sangat tidak wajar. Saya yang ribut dengan istri saya, kenapa dia yang mencaci-maki saya. Bahkan, dia juga mencaci ibu saya dan menyebut bahwa saya keluar dari ‘kemaluan seekor anjing’, itukan sudah sangat keteralaluan,” kesal Dedi.

Mengingat ucapan terlapor yang sudah sangat keterlaluan, akhrinya ia pun memutuskan untuk melaporkan Surya ke Mapolda Sumut.

Kuasa hukum korban, Dana SH menambahkan, dalam kasus ini dirinya terpanggil untuk membela korban atas kasus penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial yang dilakukan terlapor. Terlebih, kata dia, terlapor diketahui berprofesi sebagai Advokat.

“Dia (terlaporkan) kan Advokat, seharusnya dia sebagai advokat bisa menjaga profesiaonalitasnya, arogansinya dan karakternya sebagai advokat. Bagaimana bisa kita sebagai advokat bisa dicintai, jika kita tidak mengetahui perbuatan hukum yang masih kita lakukan kepada masyarakat,” ujar Dana.

Sementara itu, terlapor Surya ketika dikonformasi mengaku manunggu laporan korban yang telah melaporkan dirinya ke Polda Sumut. Sebab, dia bilang, apa yang dilaporkan korban tidak masuk di dalam undang-undang ITE.

“Oke, sepanjang dia bisa membuktikan bukti-bukti penghinaannya silahkan, saya tunggu laporannya ke Polda Sumut. Tapi jika tidak, saya akan laporkan balik dia. Jadi dia harus memahami Undang-umdang ITE itu seperti apa,” pungkas Surya. (mt2)

Recommended For You


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *