Lima Tahun Badko Pembangunan Masyarakat Pantai Timur, Masih Terus Mencoba “Merengkuh Dayung”

Foto: Pengurus Badko PMPT Sumut dan Daerah serta undangan lainnya foto bersama. (ist)

 

Medan – Tak terasa telah lima tahun Badan Koordinasi Pembangunan Masyarakat Pantai Timur (Badko PMPT) Sumatera Utara berdiri, sampai kini belum terlihat respon dan karya monumental dari sejumlah program pembangunan di kawasan pantai timur Sumatera Utara yang digagasnya.
Apakah karena Badko PMPT tidak berbuat? Bukan demikian halnya, sebab Badko PMPT merupakan lembaga penggagas. Berbagai gagasan untuk membangun pantai timur agar mengejar berbagai ketertinggalan dan membangkitkan perekonomiannya telah ditelurkan ketika para penggagas dan pendiri Badko ini menyelenggarakan Kongres Masyarakat Pantai Timur, di Siba Island lima tahun lalu.
Semua produk kongres, berupa pemikiran strategis dan item-item yang perlu diprioritaskan dalam membangun kawasan pantai timur, sudah diserahkan kepada pihak yang berkompeten sebagai pelaksana pembangunan termasuk Gubernur Sumatera Utara. Tapi, ibarat kata walaupun apinya besar asapnya mengawang entah kemana.
“Badko PMPT ini kami dirikan lima tahun lalu atas rasa keprihatinan mengamati nasib ketertinggalan wilayah pantai timur Sumatera Utara dalam berbagai aspek kemajuan pembangunan. Karena itulah kami tidak mengacu kepada etnis tetapi kewilayahan, pantai timur dengan segenap penduduk dan adat istiadatnya. Kita ingin membangun wilayah,” ungkap penggagas utama/pendiri sekaligus Ketua Umum Badko PMPT H Syarifuddin Siba saat menyampaikan refleksi ulang tahun ke-5 Badko PMPT di Siba Permai Hamparan Perak, Sabtu (26/5/2018) sore.
Hadir pada acara itu sebagian penggagas dan pendiri Badko PMPT antara lain Prof Khairil Ansari, Azrin Marydha, Nur Matias, Taufiqurrahman, Prof Rafiqi, Budi Emil Siba, OK Hatta dan lain-lain. Juga hadir H Wan Iwan Zulhami, Ilmi Abdullah, Hafri (Jefri), Fadhlan, T Khairil, Aslim Rafina dan ratusan generasi muda peserta Latihan Kader Kepemimpinan Melayu (LKKM) Angkatan ke-35 yang berlangsung sebelumnya di tempat yang sama.
Kendati belum memperlihatkan hasil cemerlang, apakah Badko PMPT akan meredup? Tentu tidak. Dalam acara HUT itu tersulut tekad untuk Badko PMPT terus mengibarkan panji-panji perjuangan pembangunan wilayah pantai timur Sumut. Badko akan mencoba terus mengetuk “hati” pelaksana pemerintahan Sumut nantinya agar mau melaksanakan program-program yang digagas, bukan untuk kepentingan para pengurus Badko melainkan buat peningkatan kesejahteraan masyarakat pantai timur Sumut seluruhnya.
“Kita tidak boleh patah hati, tetapi harus tetap mengobarkan semangat memperjuangkan nasib masyarakat kita. Ibaratnya, kita harus terus mencoba merengkuh dayung, mengayuh biduk hingga sampai ke pantai tujuan,” ujar Azrin Marydha dalam forum tersebut.
Sementara itu, acara itu juga diisi dengan ceramah tentang pergulatan nasib masyarakat Melayu dalam politik pembangunan. Tampil sebagai pembicara adalah tokoh masyarakat Melayu, Dr H Sakhyan Asmara MSP gelar Datuk Wangsadiraja Negeri Serdang dengan moderator jurnalis senior putera Melayu Azrin Marydha yang juga salah seorang pendiri Badko PMPT.
Dr Sakhyan mantan Deputy Menpora tersebut memaparkan posisi strategis masyarakat pantai timur, termasuk masyarakat Melayu. Kelemahannya antara lain kurangnya kebersatuan dan saling dukung dalam menapak suatu kebersilan.
“Ke depan hendaknya, marilah kita bersatu dan saling dukung. Jangan seperti kepiting di baskom, ada satu berusaha merangkak naik ke atas, yang lain bukannya mendorong tetapi malah menariknya kembali ke bawah. Padahal kalau kita bersatu, apa pun akan bisa berhasil kita peejuangkan,” antara lain katanya.
Acara itu diakhiri dengan berbuka puasa bersama, setelah mendengarkan tausyiah dari Prof Rafiqi. Kemudian dilanjutkan sholat magrib berjamaah, makan malam dan sholat Taraweh. (mar)

Recommended For You


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *