Kompol Yasir Ahmadi, Perwira yang Lahir dari Keluarga Sederhana

Yasir Ahmadi saat menunjukkan auto biografinya. (mt2)

Medan- Terlahir di sebuah kota tua kecil di Sumatera Utara, persis di tengah masyarakat suku mandailing yang sangat menjunjung adat istiadat dan agama, dia sempat pesimis saat mengikuti akademi kepolisian (Akpol). Berkat perjuangan dan ridho Allah SWT, Yasir lulus Akpol. Kini dia sudah berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) dan dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Patumbak.

Yasir mengatakan, semenjak kecil dia telah bercita-cita ingin menjadi polisi. Orang tuanya bilang, dia sudah ada bakat sejak kecil yang suka mengoleksi pistol dan senapan mainan. Dikatakan Yasir, dia bukan terlahir dari orang tua yang kaya raya. Dia selalu mengikuti orang tuanya berjualan lontong, sembako, pakaian bahkan barang-barang rumah tangga.

“Saya punya pengalaman buruk dengan polisi. Waktu saya SMP dulu, saya pergi ke rumah dan membungkuskan nasi untuk ibu saya. Kemudian saya pergi mengantar dengan menggunakan sepeda motor GL-100 milik ayah. Setibanya di tengah kota, saya dikejar oleh polisi berpangkat tamtama balok tiga merah. Saya ditangkap polisi, karena mengendarai sepeda motor tidak memakai SIM. Kereta saya ditahan dan saya harus berjalan mengantarkan nasi untuk orang tua saya,” ujar Yasir, kemarin.

Yasir menyebut, setelah duduk di bangku SMA, dia mulai mempersiapkan diri mengikuti test masuk Akpol di Polda Sumut. Dari sekolahnya, mereka ada 18 orang yang mengikuti test. Semasa melaksanakan test, dia harus bolak-balik dari Medan-Sibolga. Ini merupakan satu pengorbanan dalam menggapai cita-cita.

“Sewaktu test, saya tidak punya rumah untuk tempat tinggal di Medan. Beruntung saya bertemu dengan pak Roy. Saya pun numpang tidur di rumahnya. Ironi memang, waktu itu saya harus tidur di kamar seperti gudang, kotor dan kumuh, bahkan bau pesing. Di kala saya ingin mengikuti test di SPN Sampali, saya harus mencari sarapan sendiri,” kenang Yasir.

Yasir kembali mengingat kisah pahit yang dia alami saat mencoba menjadi polisi. Saat test dilakukan, dia harus berjalan kaki lebih kurang 4 km kemudian harus naik angkot sampai ke Sampali. Saat akan mengikuti test psikologi, dia hampir terlambat karena lamanya angkot berjalan.

“Saya sangat cemas, dalam diam saya hanya bisa berdoa. Alhamdulillah, saya lolos test psikologi saat itu,” sebut Yasir.

Setelah dinyatakan lulus, dia harus mengikuti test selanjutnya di Akpol Semarang. Orang tuanya sempat risau bagaimana memberikan biaya untuk saya pergi ke Semarang. Beruntung ketika itu ayahnya sudah memiliki tabungan dua ekor sapi yang dipelihara di kampung. Sapi dijual dan uangnya untuk biaya perjalanan dan membeli perlengkapan Yasir untuk berangkat ke Semarang.

“Besok adalah pengumuman kelulusan. Rasa ketakutan tidak lulus selalu menghantui pikiran saya saat itu. Apalagi saya mendengar bahwa ada issu, kalau masuk polisi harus banyak duit dan harus punya orang hebat (the king) yang bisa membantu meluluskan. Saya kemudian menelpon orang tua saya dan menyampaikan apa yang saya rasakan,” ujar Yasir.

“Keesokan harinya kami dikumpulkan di lapangan bola taruna, kemudian dibagi menjadi tiga bagian. Grup pertama naik truk, grup kedua naik bus dan grup yang ketiga tinggal ditempat. Saya berada di grup yang naik truk. Kami dibawa mutar-mutar, lalu diturunkan di lapangan dekat gedung subarkah. Seorang polisi berpangkat kolonel menyuruh kami duduk di tanah kemudian menyuruh kami sujud. Dia berkata, adik-adik semua lulus dan diterima menjadi Taruna dan Taruni Akpol. Sambil menangis, saya langsung sujud syukur di situ,” timpal Yasir.

Saat disinggung suka duka menjadi anggota polisi, Yasir menjawabnya dengan tenang. Dia bilang, kalau sukanya dia bisa menerapkan ilmu yang didapatkan saat di Akedemi Kepolisian dulu. Kalau dukanya yakni tidak punya waktu banyak bertemu istri, padahal saat itu istri sedang mengandung anak pertama mereka.

 

Salurkan Hobby Menulis

 

Menjalani kesibukannya sebagai Kepala Polisi Sektor (Kapolsek), tidak melunturkan hobby nya untuk menulis. Ditengah kesibukannya sebagai Kapolsek dan ayah bagi putrinya, Kompol Yasir Ahmadi mampu merampungkan sebuah autobiografi mengenai perjalanan hidupnya.

Buku yang berisi 140 halaman tersebut yang berjudul “The Rising Star” murni hasil tulisannya sendiri dan telah berhasil dicetak pada 17 Juni 2012 lalu.

“Saya memang hobby menulis. Jadi saya tertarik untuk membuat biografi saya sendiri. Alhmadulillah buku ini sudah jadi,” kata Yasir.

Dikatakan Yasir, mengabadikan peristiwa masa lampau yang dianggap sebuah momen bersejarah dalam hidup seseorang tidaklah susah.

“Autobiografi itu penting. Paling tidak buku tentang perjalanan hidup saya ini bisa saya tunjukkan kepada orang-orang terdekat. Jika mengandalkan ingatan saja, lambat laun bakal terkikis dengan berjalannya waktu dan pertambahan usia,” katanya.

Yasir menyebutkan, pemberian judul “The Rising Star” dalam buku biografinya adalah sebuah harapan, cita-cita dan doanya untuk menjadi “The Star in The World” yang dapat bersinar ditengah gelapnya malam yang tampak indah meskipun dari kejauhan.

“Saya bercita-cita menjadi seorang pemimpin dunia yang dapat memberi kebaikan bagi seluruh umat manusia,” ungkapnya.

Dikatakan Yasir, motivasi dia membuat buku agar generasi sesudahnya (anak-anaknya) menjadikan pengalaman hidupnya sebagai acuan dalam mengarungi kehidupan.

“Selain itu, memang saya hobby menulis. Ini adalah catatan sebagian sejarah hidup saya,” sebutnya.

Dikatakan Yasir, dia selalu menanamkan kepada anggota agar bekerja dengan ikhlas, bukan karena materi.

“Artinya semua anggota saya terapkan agar aspiratif. Tidak menunggu perintah baru bekerja, tapi harus tau tupoksinya masing-masing,” tegasnya.

Yasir mengingat, saat dia dan anggotanya berhasil mengungkap bandar sabu di Lubuk Pakam adalah tangkapannya yang paling besar, selama dia menjabat sebagai Kapolsek Lubuk Pakam.

“Kalau suka dukanya banyak. Sukanya menjadi polisi yakni saya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan atau yang sedang bermasalah hukum, sementara dukanya yakni minimnya waktu bersama keluarga,” pungkas Yasir. (mt2)

 

Recommended For You


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *