Keterlaluan, Memfitnah Cagubsu Edy Rahmayadi Kena Stroke

Foto: Cagubsu Edy Rahmayadi saat menyampaikan kata sambutan. (mar)

 

Medan – Pemberitaan media tertentu yang menyebut Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Nomor 1 Edy Rahmayadi terkena serangan penyakit stroke dianggap sebagai sebuah fitnah yang keterlaluan. Soalnya, sejauh ini mantan Pangkostrad yang dikenal sebagai Paslon Gubsu Eramas karena bergabung dengan calon wakil Gubsu Musa Rajek Shah itu sama sekali tidak pernah terserang penyakit, apalagi stroke.

Edy Rahmayadi sendiri menumpahkan kesan kesalnya atas fitnahan tersebut, ketika menyampaikan kata sambutan pada acara berbuka puasa bersama di kediamannya Jalan Karya Amal Nomor 29 Medan, Rabu (6/6/2018). “Kalau mau kritik silakan kritik, tetapi jangan memfitnah, mengatakan saya kena stroke, keterlaluan itu,” ketusnya di hadapan puluhan wartawan, Ketua PWI Sumut H Hermansyah SE dan pengurus lainnya pada acara yang juga dihadiri Musa Rajek Shah yang akrab disapa Ijek itu.

Bang Edy, sapaan akrabnya, mengungkapkan betapa ketika ia mendarat di Bandara Kuala Namo sepulang dari sebuah perjalanan baru-baru ini, sejumlah wartawan banyak bertanyaan yang terkesan ingin mengetahui apakah ia pulang berobat karena sakit kena stroke. Bahkan, ceritanya, ada yang sampai memegang lengannya dan menggoyang-goyangkannya seakan untuk mengetahui apakah kondisinya normal.

Perlakuan seperti itu dianggap tidak sewajarnya dilakukan sehingga sangat disesalkannya. Padahal ia berharap para wartawan dengan media massanya justru membangun pemberitaan yang benar-benar akurat dan informative, serta memberikan pencerahan dan keadaan sebenarnya tentang setiap hal bagi masyarakat.

Sementara itu, atas pertanyaan wartawan dalam dialog yang dibuka pada kesempatan tersebut, Bang Edy mengesankan keyakinan akan memenangkan Pilgubsu pada 27 Juni 2018 mendatang. Untuk itu, ia juga berharap hubungan dengan wartawan tetap terjalin dengan baik sejauh sama-sama berniat ikhlas untuk membangun Sumatera Utara. Bahkan ia berharap bakal diadakan pertemuan berkala antara pihaknya sebagai Gubernur Sumatera Utara kelak dengan wartawan, sebagai forum untuk tukar informasi dan saling memberi masukan.

“Saya maju menjadi Calon Gubsu ini dengan niat untuk membangun Sumatera Utara kita ini. Kalau kita sama-sama punya niat yang sama, marilah bersatu dan saling membantu,” ujarnya.

Mengenai adanya kekhawatiran tentang bagaimana ia akan memimpin dalam kondisi Sumatera Utara yang majemuk dan beragam suku dan agama, Bang Edy meyakinkan bahwa keberagaman tersebut bukan sebuah kelemahan bahkan merupakan sebuah kekuatan. Di Sumatera Utara, katanya, mayoritas masyarakatnya muslim, tetapi bukan berarti lalu yang minoritas misalnya masyarakat kristiani, harus diliputi rasa ketakutan akan diganggu dalam aktivitasnya termasuk aktivitas ibadahnya.

“Di Sumut muslim itu mayoritas, tetapi saudara-saudara kita yang kristiani nanti saat natal dan tahun baru dapat beribadah dengan aman. Saya akan mengerahkan pengamanan, tidak perlu takut kena ganggu,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin. (mar)

Recommended For You


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *