Jadi Induk Holding Industri Pertambangan, INALUM Terus Bertumbuh dan Berkontribusi Untuk Negeri

Medan – INALUM yang memiliki pabrik peleburan aluminium di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, telah ditunjuk menjadi Induk Holding Industri Pertambangan pada tanggal 27 November 2017 lalu membawahi PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan 9,36% saham PT Freeport Indonesia sebagai anggota Holding. Dengan ditunjuknya INALUM sebagai induk Holding, INALUM semakin menunjukkan kontribusinya untuk membangun Negeri.

Hal ini ditunjukkan dari berbagai proyek pengembangan yang terus dilaksanakan dan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sert a Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah disalurkan INALUM. Seluruh proyek pengembangan menunjukkan progres yang positif dan dana PKBL & CSR yang telah disalurkan pada tahun 2017 sebesar Rp 30,4 Miliar.

Melalui sambutannya pada acara Buka Puasa Bersama Pimpinan Redaksi, Insan Pers dan Penerangan di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (25/5/2018), Oggy Achmad Kosasih selaku Direktur Pengembangan Bisnis merangkap Direktur Pelaksana INALUM menjelaskan bahwa INALUM telah menjadi Induk Holding Industri Pertambangan sejak 27 November 2017 lalu beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan 9,36% saham PT Freeport Indonesia sehingga INALUM dituntut untuk terus berkomitmen dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Saat ini wilayah operasi INALUM tidak hanya berada di Kuala Tanjung dan Paritohan Sumatera Utara namun meluas hingga ke pelosok negeri yang melingkupi wilayah operasi PT Antam Tbk di Pomala Sulawesi Tenggara, Halmahera Timur Maluku, Pongkor Jawa Barat dan Sanggau Kalimantan Barat, wilayah operasi PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim Sumatera Selatan, wilayah operasi PT Timah Tbk di Pulau Kundur, Karimun, Singkep, Bangka Belitung, Banjarmasin dan Cilegon serta wilayah operasi PT Freeport Indonesia di Tembagapura Papua.

Kinerja INALUM

Dari sisi laba bersih, selama tahun 2017 INALUM telah membukukan laba bersih sekitar Rp 1,5 triliun atau 60% diatas target RKAP 2017 sekitar Rp 0,9 triliun. Sedangkan dari sisi produksi, selama tahun 2017 INALUM mampu memproduksi Aluminium batangan (ingot) sebanyak 215.192 ton dan produk Diversifikasi (Billet & Alloy) sebanyak 3.625 ton. Sedangkan selama periode bulan Januari sampai dengan April 2018, INALUM mampu memproduksi Aluminium batangan (ingot) sebanyak 73.315 ton atau 41,3% dari target RKAP tahun 2018 yaitu sebanyak 177.620 ton dan produk Diversifikasi (Billet & Alloy) sebanyak 5.372 ton atau 9,3% dari target RKAP tahun 2018 yaitu sebanyak 57.470 ton.

Dari sisi penjualan, pada tahun 2017 INALUM telah menjual Aluminium batangan (ingot) sebanyak 205.980 ton dan produk Diversifikasi (Billet & Alloy) sebanyak 1.296 ton. Sedangkan selama periode bulan Januari sampai dengan April 2018, INALUM telah menjual Aluminium batangan (ingot) sebanyak 58.661 ton atau 33% dari target RKAP tahun 2018 sebanyak 177.620 ton dan produk Diversifikasi (Billet & Alloy) sebanyak 3.706 ton atau 6,4% dari target RKAP tahun 2018 sebanyak 57.470 ton.

Selain itu, sebagai wujud komitmen kepedulian sosial, INALUM telah menyalurkan dana PKBL dan CSR selama tahun 2017 sekitar Rp30,4 miliar. Di samping itu, dalam melanjutkan komitmen INALUM untuk membantu permasalahan defisit energi listrik di wilayah Sumatera Utara, INALUM masih mengalokasikan sebagian dari produksi listrik sekitar 90 MW melalui PLN Sumatera Utara.

Bantuan CSR & PKBL INALUM

Sebagai wujud nyata kepeduliannya terhadap masyarakat, INALUM menjadi salah satu BUMN koordinator dalam berpartisipasi terhadap bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara dan sekitarnya. Mulai dari bencana erupsi Gunung Sinabung, banjir bandang dan longsor di Aceh Tenggara, dan banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, serta bantuan kebakaran dan angin puting beliung di Kabupaten Batu Bara.

Lebih lanjut, INALUM juga memberikan perhatian khusus kepada perbaikan rumah ibadah dimana tujuannya untuk meningkatkan kekhusyukan jemaah dalam beribadah. Selama 2017, tak kurang dari 55 unit rumah ibadah telah direnovasi, termasuk renovasi Masjid Agung Medan dan renovasi gereja di sekitar INALUM.

Pada tahun 2017 hingga 2018 ini, INALUM telah dan akan melanjutkan pelaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial kepada masyarakat di lingkungan sekitar wilayah kerja INALUM.

Program-program yang juga termasuk ke dalam Program BUMN Hadir Untuk Negeri ini meliputi: Bedah 45 Rumah Veteran di Provinsi Aceh yang telah diserahkan secara simbolis pada tanggal 5 Juni 2017, program penanaman pohon 1.000 ha sepanjang tahun 2017 s/d 2019 di lahan kritis di sekitar Danau Toba, elektrifikasi terhadap 100 rumah tangga kurang mampu di 10 Kabupaten/Kota, Pertukaran Pelajar dari Aceh ke Nusa Tenggara Barat, Pembagian 7.000 paket sembako gratis di 8 Kabupaten/kota, Pembinaan 3 desa di Kabupaten Batu Bara, Asahan dan Tobasa, Pembangunan MCK di 9 Kabupaten/Kota, sunat massal, pengobatan gratis, safari ramadhan ke beberapa masjid, buka puasa bersama antara INALUM dengan Stakeholder di sekitar INALUM, dan lain-lain.

Selain itu, INALUM juga berkomitmen dalam mendukung pemerintah untuk mengembangkan lokasi wisata yang potensial di Sumatera Utara, khususnya di sekitar wilayah operasional INALUM. Pada tahun 2017 INALUM bersama Disparpora Kabupaten Karo telah membangun kawasan wisata air terjun Sipiso-piso dengan membuat plang nama air terjun Sipiso-piso, renovasi musholla, dan pembangunan shelter sebanyak 2 unit di kawasan tersebut.

Dalam bidang pendidikan, INALUM juga telah bekerjasama dalam pengembangan konsep SMK yang link dan match berbasis industri dengan SMK 1 Air Putih, SMK Swasta Rismaduma Dairi, serta 3 SMK lainnya di Kabupaten Toba Samosir, Asahan, dan Simalungun. Lebih lanjut, sebagai bentuk kepedulian INALUM terhadap kualitas kesehatan di sekitar INALUM, INALUM telah menyelenggarakan pengobatan gratis, operasi katarak, dan operasi bibir sumbing.

Tujuan dan Manfaat Holding Industri Pertambangan

Pembentukan Holding Industri Pertambangan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batubara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, serta efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan. Selanjutnya, INALUM sebagai induk Holding memiliki tugas strategic untuk mengambil alih divestasi saham PT Freeport Indonesia, mendorong hilirisasi tambang dan hingga akhirnya memiliki size sebagai salah satu perusahaan yang tercatat dalam 500 Fortune Global Company.

Dampak keberadaan Holding Industri Pertambangan nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan kegiatan Bina lingkungan dan CSR di bidang pendidikan, peningkatan keterampilan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Selain itu, berkembangnya industri pengolahan tambang dan mineral juga akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan ribuan pekerja baru, meningkatkan kegiatan ekonomi daerah, serta mendorong harga produk yang lebih bersaing.

Program Hilirisasi

Untuk mewujudkan visi INALUM 2025 guna mencapai target produksi 1 juta ton aluminium, INALUM juga berencana untuk melakukan ekspansi pengembangan klaster aluminium di provinsi Kalimantan Utara tepatnya di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning. Untuk merealisasikan ekspansi tersebut, INALUM bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah menandatangani Nota Kesepahaman perihal persiapan Proyek Pengembangan Klaster Aluminium.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan hilirisasi tambang, pada tahun 2017 INALUM telah menghasilkan produk turunan baru berupa Billet dan Foundry Alloy yang berhasil diproduksi dan dikirimkan ke para pelanggan setia INALUM. Ke depannya INALUM akan terus mengembangkan beberapa proyek hilirisasi lain diantaranya yaitu proyek Slab Sheet dan Wire Rod, serta pengembangan ke hulu yaitu pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah Kalimantan Barat dan pabrik Calcined Petroleum Coke (CPC).

Proyek Sinergi Antar Anggota Holding

Beberapa proyek sinergi dengan sesama anggota Holding Industri Pertambangan untuk mendorong hilirisasi tambang pun akan terus dilaksanakan yaitu PLTU Mulut Tambang INALUM (kerjasama INALUM — Bukit Asam), PLTU Mempawah (kerjasama INALUM — Antam — Bukit Asam), PLTU/PLTG Halmahera Timur (kerjasama Antam — Bukit Asam), Smelter Logam Mulia (kerjasama INALUM — Antam) serta Smelter Tembaga (kerjasama INALUM — Freeport). Dengan kemampuan finansial dan kinerja keuangan yang mengkilap di tahun 2017, diharapkan INALUM mampu merealisasikan proyek­proyek tersebut sesuai target yang ditetapkan.

Apresiasi dan Penghargaan yang Diterima INALUM

Pada periode tahun 2017, INALUM telah memperoleh beberapa prestasi yaitu penghargaan Top Leader on CSR Commitment serta Top CSR Improvement dari Majalah Business News, penghargaan The Most Proactive Recruiter dari Jobstreet, penghargaan Bronze Winner kategori Promising Company in Tactical Marketing dari BUMN Markeeters Award, penghargaan pengelolaan lingkungan hidup terbaik dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara, predikat sangat bagus dalam rating 122 BUMN dari Majalah Infobank, CEO BUMN terbaik ke-2 kategori Executor dari Majalah BUMN Track, predikat Gold kategori Perusahaan BUMN Non Tbk dari Majalah Economic Review dan penghargaan BUMN Performance Excellence Award kategori Good Performance dari Forum Ekselen BUMN.

Selain Direktur Pengembangan Bisnis merangkap Direktur Pelaksana INALUM Oggy Achmad Kosasih, turut hadir dalam acara ini Direktur Produksi S.S. Sijabat, Direktur Umum & SDM Carry E.F. Mumbunan, Deputy General Manager CSR & PKBL Nugraha M Toyib dan Sekretaris Perusahaan Ricky Gunawan.

Sedangkan dari PWI Sumatera Utara tampak hadir Ketua H Hermansjah SE, Ketua SPS Sumut H Farianda Putra Sinik, Kadis Kominfo Sumut diwakili Azis dan lain-lain. (rel)

Recommended For You


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *