Hadiri Perkawinan “Taman”, Calon Bupati Batu Bara Ir H Zahir MAP Dipeluk dan Dicium Para Guru

Ir H Zahir MAP saat menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai: Royen Siregar & Justina br Situmorang. (Foto: khas)

 

Limapuluh – Kehadiran Calon Bupati Batu Bara Ir H Zahir MAP mendadak menambah suasana semakin semarak di pesta perkawinan dua sejoli, Royen Siregar dan Justina Br. Situmorang, di Dusun V Desa Air Hitam Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, Selasa (05/06).

Kedua mempelai (pengantin) beserta keluarga besar kedua belah pihak dan para tamu undangan yang hadir tampak semakin gembira, sebab mereka mengenal nama Ir H Zahir MAP adalah calon Bupati Batu Bara yang berpasangan dengan calon wakil bupati Oky Iqbal Frima SE pada Pilkada Batu Bara 2018 ini.

Terdengar suara mengelu-elukan calon Bupati Batu Bara nomor urut 3 tersebut, meskipun kehadirannya sesungguhnya bukan untuk kampanye melainkan memenuhi undangan keluarga Pak Regar yang berbahagia tersebut. Kehadirannya sesungguhnya bukan hal aneh, sebab mereka adalah keluarga besar “sekampung” di Batu Bara, saling mengenal dan saling menghargai hubungan berjiran tetangga.

Lokasi pesta Dusun VI Desa Air Hitam, kawasan pemukiman di kiri-kanan jalan raya yang menghubungkan Desa Simpang Dolok dengan Padang Genting tersebut memang tidak asing bagi keluarga Zahir dan warga setempat. Zahir lahir di desa tersebut, memiliki banyak teman sekolah dan guru yang juga berasal dari daerah yang sama. Sedangkan ayah Zahir, yakni H OK Abdul Djalil, menurut salah seorang warga pada kata pengantarnya saat mendaulat Zahir untuk menyampaikan kata-kata “sekapur sirih” buat pengantin, adalah tetmasuk seorang tokoh masyarakat yang terpandang dan disenangi di kawasan itu.

“Ayahandanya pak Zahir, yaitu pak OK Abdul Djalil, semasa hayatnya dahulu sangat akrab dengan warga setempat, bahkan bergaul dekat dengan semua lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, agama maupun strata sosial. Saya sendiri sudah merasakan bantuannya dahulu, sehingga sampai sekarang bisa berada bersama-sama kita di sini,” ungkap pria berusia sekitar 60 tahun itu.

Ir Zahir MAP sendiri saat menyampaikan kata sambutan di depan ratusan warga yang menghadiri pernikahan putera-puteri etnis batak tersebut menyebutkan, bahwa berkumpul dengan warga Air Hitam memang terasa berada di tengah keluarga sendiri. Sebab masa kanak-kanak dan selama usia sekolahnya ia habiskan di desa tersebut, khususnya dari SD hingga SMP.

Zahir dengan wajah sumringah dan ceria menyebut pesta itu sebagai perkawinan “Taman” yang mempersatukan dua desa yang berada du dua lokasi pada kecamatan yang sama, Kecamatan Limapuluh. “Taman” adalah singkatan dari Air Hitam dan Cahaya Pardomuan.

“Jadi ini perkawinan “Taman” yang mempersatukan keluarga Air Hitam sebagai asal mempelai pria (Royen Siregar) dengan keluarga Cahaya Pardomuan sebagai asal mempelai wanita (Justina br Situmorang),” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk itu Zahir mengucapkan selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai dengan harapan akan menjadi keluarga bahagia sampai ke anak cucu.

Sementara itu Royen Siregar dan Justina Situmorang beserta keluarga menyambut hangat ketika Zahir dan rombongan sambil diiringi musik berirama manortor satu persatu menyalami mereka untuk mengucapkan selamat. Bahkan terdengar ucapan dari antara mereka berupa komutmen kesiapan untuk memenangkan Zahir-Oky menjadi pasangan Bupati Batu Bara periode 2018-2023 pada Pilkada 27 Juni mendatang. Ucapan ini langsung disambut serempak dengan seruan “hidup Zahir…!!”

Suasana semakin seru saat menyalami satu persatu ratusan undangan yang hadir, ketika terlihat Zahir banyak mendapat pelukan sayang dari tetamu undangan karena mereka menganggap Zahir adalah anak atau keluarga sendiri. Mereka mengatakan terus mendoakan dan siap memenangkannya nanti.

Di antara tetamu bahkan Zahir bertemu dengan sejumlah guru SD-nya dahulu. Tak ayal lagi, selain memeluk dan mencium para mantan guru kelasnya itu juga mencubit pipi Zahir sambil tertawa gembira, seolah teringat semasa bersekolah dahulu mereka suka mencubit Zahir untuk memberi “hukuman”.

Yang mengharukan saat salah satu dari ibu guru itu memeluk Zahir. Soalnya, ia sekaligus membisikkan bahwa dirinya dalam kondisi mengalami suatu penyakit. Zahir tampak kaget, rasa prihatin terpancar dari wajahnya. Lalu sembari memegang kedua tangan sang ibu guru, ia meminta agar ibu guru tersebut segera berobat.

“Ya sudah ibuk-ku, segeralah ibu berobat, nanti kalau kapan ibu mau berobat hubungi saya dulu,” ujar Zahir yang sejak bertahun-tahun lalu memang telah menyediakan sejumlah mobil ambulance gratis untuk membantu kebutuhan warga Batu Bara yang sakit atau kemalangan. Selain itu, Zahir juga sekaligus membantu biaya perobatan mereka bahkan juga yang dirawat inap (opname) di rumah sakit di Medan.

Sepanjang kehadiran Zahir tersebut, warga dan tetamu yang menghadiri pesta terlihat sangat antusias menyapa dan menyalami Zahir bahkan juga hingga meminta foto bersama. (khas)

Recommended For You


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *