Duh, Oknum Kepsek di Paluta Cabuli 4 Remaja

Paluta- Tindakan yang dilakukan seorang oknum kepala sekolah (Kepsek) sekolah dasar (SD) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sunguh keterlaluan. Sebab, kepsek yang berinisial PS warga Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta ini melakukan perbuatan cabul terhadap anak baru gede (ABG) yang berada disekitar kediamannya.

Parahnya lagi, aksi cabul tersebut dilakukannya kepada para ABG berjenis kelamin laki-laki. Tak pelak, atas perbuatannya lelaki berusia 46 tahun tersebut mendekam dibalik jeruji besi Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Informasi yang di Mapolres Tapsel, Senin (4/12/2017) siang menyebutkan, aksi cabul yang dilakukan PS terkuak berdasarkan kecurigaan masyarakat yang melihat kedekatan dengan beberapa bocah belasan tahun yang ada disekitar tempat tinggalnya. Pasalnya, masyarakat melihat kedekatan PS dengan anak-anak di sekitar kediamannya tersebut terkesan aneh.

Karenanya, pada Senin (27/11/2017) malam, warga pun kemudian mengintrogasi 4 orang anak yang dekat dengan PS masing-masing berinisial RS (15), ANI (17), IM (18), dan PS (17) guna menguak kecurigaan yang belakangan menyelimuti warga. Selama introgasi tersebut berlangsung, ke empatnya mengaku kalau mereka beberapa kali dicabuli tersangka di berbagai tempat yang berbeda.

Dimana, aksi pencabulan tersebut dilakukan tersangka dengan cara memegang alat kelamin para korbannya sebelum akhirnya melakukan onani sampai para korbannya mengeluarkan sperma. Mendengar pengakuannya tersebut, para keluarga korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tapsel sesuai dengan bukti laporan polisi nomor LP / 390/XI/2017TAPSEL/ SUMUT tgl 28 November  2017.

“Usai menerima laporan tersebut, tepatnya Kamis (30/11/2017) kita mendapat informasi kalau tersangka berada di rumah sakit Padangsidimpuan. Kemudian tim opsnal segera ke TKP dan benar mendapati tersangka ada di sana dimana sedang di rawat inap. Selanjutnya, tersangka pun diamankan dan membawa ke Polres Tapsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa melalui Kanit PPA Polres Tapsel, Iptu Happy Margowati Suyono kepada wartawan.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, untuk memuluskan aksinya tersangka kerap memberi uang senilai Rp30 ribu hingga seratus ribu rupiah kepada para korbannya. Hal itu sebagai imbalan tutup mulut para korbannya.

“Setiap melakukan aksinya, para korban diberikan sejumlah uang mulai Rp30 ribu hingga Rp100 ribu. Ke 4 korbannya ini masih pelajar,” pungkasnya sembari mengatakan kalau tidak menutup kemungkinan ada korban lain atas perbuatan tersangka tersebut.

Sementara itu, kepada wartawan,  PS mengatakan, selain dirinya berprofesi sebagai kepala sekolah dirinya juga membuka praktik pengobatan tradisional di kediamannya sejak tahun 2008 silam. Dimana, sejak saat itu sudah banyak pasien yang diobatinya dengan cara tidak senonoh tersebut.

“Sudah dari tahun 2008 saya buka praktik pengobatan. Dan pasien yang saya obati dengan cara itu (onani) lantaran mereka mengidap penyakit usus turun, hernia, perut turun dan kecapekan,” kilahnya.

Namun saat disinggung apakah tindakannya tersebut telah sesuai dengan pengobatan tradisional, PS tak bisa berkomentar. Dirinya hanya dirinya hanya diam tertunduk.

Sementara itu, atas perbuatannya tersebut tersangka pun dijerat Pasal 82 jo 76 E UU RI No 35 tahun 2014 tetang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara. (mn)

Recommended For You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *