BMP2 Batu Bara Demo Tuntut Kasus Jembatan Kwala Gunung Senilai Rp1,446 M Segera Diusut, Massa Minta Tangkap Koruptor

Limapuluh- Barisan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Batu Bara (BMP2BB) melancarkan unjukrasa menuntut pengusutan proyek-proyek bermasalah dan menangkap oknum pimpinan perusahaan yang diduga melakukan korupsi dalam pengerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Batu Bara.

Aksi dengan Koordinator Darmawan S Nasution dan Korlap Muhammad Azmi tersebut diikuti sekitar 50 orang massa, berlangsung di kantor Bupati Batu Bara Jalan Perintis Kemerdekaan Lumapuluh dan kantor Kejaksaan Negeri Limapuluh Jalan Besar Labuhanruku – Sei Bejangkar, Rabu (21/3/2018).

Dalam orasinya Darmawan meminta aparat berwenang di Batu Bara segera memanggil dan memeriksa perusahaan-perusahaan bermasalah. Salah satu yang disoroti adalah kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap proyek pembangunan Jembatan Plat Beton Dusun V Desa Kwala Gunung di Kecamatan Limapuluh yang disebut proyek tersebut gagal total.

“Tangkap koruptor…!” teriak massa aksi dengan gemuruh.

Darmawan mengajak semua pihak untuk bersama-sama berjuang agar Kabupaten Batu Bara bisa lebih maju. Selain itu ia juga meminta agar pemborong-pemborong atau perusahaan yang tidak bertanggung jawab jangan diberi lagi proyek untuk mereka. “Betuuul…!” sambut massa tetap gemuruh.

Mengenai proyek Jembatan Plat Beton Dusun V Desa Kwala Gunung di Kecamatan Limapuluh yang berdasarkan temuan BPK disebut proyek gagal total, menurut pernyataan dalam aksi tersebut adalah proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan CV MJT. Sumber dari kalangan massa menyebutkan perusahaan CV MJT dipimpin leh lelaki berinitial HB.

Disebutkan, proyek tersebut dilaksanakan berdasarkan kontrak nomor 07-LP/APBD/SP/PPK/PUP/2015 tanggal 14 September 2015 senilai Rp 1.446.831.000,- dengan jangka waktu kontrak 105 hari kalander mulai 12 September s/d 28 Desember 2015. Pekerjaannya telah dinyatakan selesai 100 persen dan telah dibayar lunas berdasarkan SP2D Nomor 05984/SP2D/2015 tanggal 30 Desember 2015 senilai Rp1.446.831.000 termasuk PPn.

Namun dari hasil pemeriksaan Pejabat Pembuat Kontrak (PPK) diketahui terdapat permasalahan seperti perencanaan atas pembangunan jembatan tidak memadai, kuat tekan abutmen dan plat lantai jembatan dikerjakan tidak sesuai kontrak.

Sementara itu BPK bersama pihak Politeknik Negeri Medan didampingi PPTK, PPHP dan penyedia jasa CV MJT juga melakukan uji kesesuaian kontrak atas pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut. Berdasarkan laporan pengujian kuat tekan beton oleh Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan tanggal 27 April 2016, diketajui kuat tekan rata-rata untuk abutmen adalah 36,93 kg/cm2 dan kuat tekan rata-rata plat lantai adalah 208,85 kg/cm2.

Sedangkan berdasarkan kontrak, kuat tekanan abutmen adalah 275 kg/cm2 dan plat lantai 250 kg/cm2. Sementara itu berdasarkan SNI Nomor 032847-2002, mutu beton terpasang seharusnya minimal 85% dari beton rencana. Karenanya hasil kuat tekanan jembatan tersebut dinyatakan tidak memenuhi.

“Maka dari itu kami dari Barisan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Batu Bara meminta kepada aparatur Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Kepolisian Batu Bara dan Kejaksaan Batu Bara segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas terhadap temuan kasus (proyek jembatan plat beton) ini, terutama pada perusahaan yang bersangkutan,” seru Darmawan dan disambut terikakan “setuju…!” oleh massa aksi.

Di Kejaksaan Negeri Batu Bara, massa aksi diterima oleh Kasi Intel Kejari Limapuluh Muhammad Haris SH, MH dengan menyampaikan antara lain tuntutan massa aksi BMP2BB ini akan segera ditindaklanjuti. (ril)

Recommended For You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *